Menakar Pemilu 2019; Antara Harapan dan Kenyataan
|
Bantaeng. Kamis (02/01). Ketua Bawaslu Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh menjadi narasumber pada kegiatan Refleksi dan Dialog Awal Tahun 2020 dengan tema Menakar Pemilu 2019; Antara Harapan dan Kenyataan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin. Dalam sambutannya Sahabuddin mengatakan "Kami ini sangat mengapresiasi kerja-kerja KPU dan Bawaslu. Kami juga senang melihat kekompakan diantara keduanya."
Dialog yang dimulai dengan pembacaan puisi oleh moderator, Mahbub Alimuhyar. Kesempatan pertama untuk menyampaikan refleksi adalah Ketua KPU Bantaeng, Hamzar Amna.
"Daftar pemilih merupakan jantung penyelenggaraan pemilihan jika data amburadul maka akan amburadul pelaksanaan pemilihan, untung juga pada setiap fase penyelengaraan dukcapil dan partai politik ikut membantu dalam memperbaiki data pemilih, karena partai yang tak punya data akurat merupakan ukuran kekalahan". Kata Hamzar dalam pemaparannya.
"Soal data ganda kami dari Bawaslu selalu memberi rekomendasi terhadap penyelenggara teknis namun selalu muncul, kenapa? Karena sistem Sidalih tak mampu mendeteksinya itulah sebabnya selalu kami kritik sampai ke pusat. Pada pemilu tahun 2019 sengketa pemilu terjadi di dua Kecamatan yaitu Tompobulu dan Bissappu." Ungkap Saleh dalam pemaparannya.
Sedangkan Hamsyah, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng memaparkan "Semua peserta pemilu Tahun 2019 tidak ada yang merasa bermusuhan tetapi saling memberi support antara satu dengan yang lain."
"Dalam forum terbuka ini saya berkesempatan memberi pernyataan bahwa hal yang perlu menjadi perhatian adalah etika demokrasi karena politik transaksional marak dilakukan dan sulit untuk dibendung namun kita masih punya harapan dengan melakukan edukasi dan melibatkan pemuda sebagai ujung tombak perubahan. Pada akhirnya bahwa cita-cita demokrasi itu adalah mendekatkan pemimpin dengan masyarakatnya. Mengenal siapa yang akan dipihnya , apa yang sudah dan akan dilakukan untuk perbaikan kemaslahatan masyarakat" tambah Lutfi selaku Ketua KNPI Bantaeng.
Suasanapun semakin menyejukkan disela acara peserta sangat menikmati persembahan music langgam persembahan dari Komunitas Pakampong Tulen menurut moderator Mahbub Alimuhyar, music ini bukan tradisional tapi sangat modern.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 19.30 WITA di halaman kantor KPU Bantaeng. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPU Bantaeng dengan tujuan agar dapat menampung tanggapan dan harapan masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu 2019. Anggota Bawaslu Kabupaten Bantaeng, Nuzuliah Hidayah turut hadir memenuhi undangan dari KPU Bantaeng. #HumasBawaslu
Dialog yang dimulai dengan pembacaan puisi oleh moderator, Mahbub Alimuhyar. Kesempatan pertama untuk menyampaikan refleksi adalah Ketua KPU Bantaeng, Hamzar Amna.
"Daftar pemilih merupakan jantung penyelenggaraan pemilihan jika data amburadul maka akan amburadul pelaksanaan pemilihan, untung juga pada setiap fase penyelengaraan dukcapil dan partai politik ikut membantu dalam memperbaiki data pemilih, karena partai yang tak punya data akurat merupakan ukuran kekalahan". Kata Hamzar dalam pemaparannya.
"Soal data ganda kami dari Bawaslu selalu memberi rekomendasi terhadap penyelenggara teknis namun selalu muncul, kenapa? Karena sistem Sidalih tak mampu mendeteksinya itulah sebabnya selalu kami kritik sampai ke pusat. Pada pemilu tahun 2019 sengketa pemilu terjadi di dua Kecamatan yaitu Tompobulu dan Bissappu." Ungkap Saleh dalam pemaparannya.
Sedangkan Hamsyah, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng memaparkan "Semua peserta pemilu Tahun 2019 tidak ada yang merasa bermusuhan tetapi saling memberi support antara satu dengan yang lain."
"Dalam forum terbuka ini saya berkesempatan memberi pernyataan bahwa hal yang perlu menjadi perhatian adalah etika demokrasi karena politik transaksional marak dilakukan dan sulit untuk dibendung namun kita masih punya harapan dengan melakukan edukasi dan melibatkan pemuda sebagai ujung tombak perubahan. Pada akhirnya bahwa cita-cita demokrasi itu adalah mendekatkan pemimpin dengan masyarakatnya. Mengenal siapa yang akan dipihnya , apa yang sudah dan akan dilakukan untuk perbaikan kemaslahatan masyarakat" tambah Lutfi selaku Ketua KNPI Bantaeng.
Suasanapun semakin menyejukkan disela acara peserta sangat menikmati persembahan music langgam persembahan dari Komunitas Pakampong Tulen menurut moderator Mahbub Alimuhyar, music ini bukan tradisional tapi sangat modern.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 19.30 WITA di halaman kantor KPU Bantaeng. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPU Bantaeng dengan tujuan agar dapat menampung tanggapan dan harapan masyarakat terkait pelaksanaan Pemilu 2019. Anggota Bawaslu Kabupaten Bantaeng, Nuzuliah Hidayah turut hadir memenuhi undangan dari KPU Bantaeng. #HumasBawaslu