Teken MoU di MAN Bantaeng, Ajak Pelajar Jadi Generasi Anti Politik Uang
|
Bantaeng, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sosialisasi Pendidikan Politik dan Demokrasi dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kepala MAN Bantaeng sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran demokrasi di lingkungan sekolah.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bantaeng, Ningsih Purwanti, mengingatkan pentingnya kesiapan administrasi bagi siswa yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
“Yang sudah 17 tahun dan belum memiliki KTP, agar segera dibuat karena KTP menjadi syarat untuk menggunakan hak pilih,” ujarnya pada kegiatan sosialisasi di MAN Bantaeng, Kamis (12/02/2026).
Ia menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan arah bangsa, sehingga perlu memahami hak dan kewajibannya sejak dini.
Dalam sesi materi, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Bantaeng, Nurwahni, menyampaikan pesan tegas terkait bahaya politik uang.
“Politik uang adalah racun bagi demokrasi dan kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia mengajak para siswa untuk berani menolak praktik tersebut dan menjaga integritas dalam menentukan pilihan.
“Satu suara kalian sangat berharga bagi masa depan bangsa,” tambahnya.
Menutup kegiatan, Nurwahni berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Politik uang melahirkan mental korupsi. Tolak mulai dari diri sendiri,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bantaeng berharap kerja sama dengan pihak sekolah dapat terus berlanjut dalam mendorong lahirnya generasi muda yang sadar demokrasi dan berintegritas.
Penulis & Foto: Humas Bawaslu Bantaeng
Editor: Humas Bawaslu Bantaeng