Dari Bantaeng, Diskusi Demokrasi Terus Dihidupkan
|
Bantaeng — Bawaslu Kabupaten Bantaeng laksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng pada Selasa (3/3/2026).
Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam menjaga keberlanjutan penguatan demokrasi, sekaligus menyerap pandangan dari berbagai pemangku kepentingan menjelang Pemilu 2029.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bantaeng, Ningsih Purwanti, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan jajaran Kementerian Agama dalam menerima kunjungan tersebut.
Ia menegaskan bahwa meskipun tidak sedang berada dalam tahapan pemilu, Bawaslu tetap menjalankan program konsolidasi demokrasi melalui diskusi dan silaturahmi dengan berbagai institusi.
“Di luar tahapan, kami tetap melakukan konsolidasi demokrasi. Kami ingin menghimpun pandangan dan masukan dari berbagai pihak terkait perkembangan demokrasi ke depan, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029,” ujar Ningsih Purwanti
Ia menjelaskan bahwa dinamika kebijakan dan wacana yang berkembang secara nasional, termasuk terkait desain pemilu dan mekanisme pemilihan kepala daerah, perlu dicermati bersama secara objektif dan konstruktif.
Menurutnya, ruang-ruang dialog seperti ini penting untuk memperkaya perspektif serta memperkuat kesiapan seluruh elemen dalam menyambut agenda demokrasi mendatang.
“Kami membutuhkan pandangan dan tanggapan dari berbagai pihak agar setiap perkembangan dapat disikapi dengan bijak. Evaluasi terhadap pelaksanaan sebelumnya juga menjadi bahan refleksi untuk merumuskan langkah yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., M.A. menyampaikan pandangannya terkait wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah.
Menurutnya, setiap sistem memiliki konsekuensi dan perlu dikaji secara komprehensif.
“Pemilihan langsung memberikan ruang partisipasi yang luas kepada masyarakat. Rakyat mengetahui secara langsung siapa yang mereka pilih dan merasa terlibat dalam proses demokrasi,” ungkapnya.
Ia menilai, melalui pemilihan langsung, masyarakat memperoleh pengalaman politik yang nyata.
Dinamika kampanye, kerja tim sukses, hingga proses sosialisasi menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi di tengah masyarakat.
“Yang utama adalah bagaimana sistem tersebut mampu menghadirkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bantaeng berharap terbangun pemahaman bersama serta komitmen kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Penulis & Foto: Humas Bawaslu Bantaeng
Editor: Humas Bawaslu Bantaeng