Lompat ke isi utama

Berita

hadirkan parpol dan stakeholder bawaslu bantaeng gelar sosialisasi pengawasan partisipatif

hadirkan parpol dan stakeholder bawaslu bantaeng gelar sosialisasi pengawasan partisipatif
Bantaeng - Bawaslu Kabupaten Bantaeng menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada stakeholder dan partai politik di Hotel Kirei, Senin (19/6/2023).
 
Kegiatan yang di gelar di Hotel Kirei tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kab. Bantaeng Nuzuliah Hidayah, Koordinator Sekretariat Bawaslu Bantaeng Arfah Yulianto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs. M. Ali Imran, MM, dan Koordinator Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat masing-masing dari 8 Panwaslu Kecamatan . Hadir pula Kepala Kesbangpol Bantaeng, Faisal, S.STP, M.Si, dan Komisioner KPU Kab. Bantaeng, Lukman HS, S. Pd. I selaku narasumber.
 
Anggota bawaslu kab. Bantaeng dalam sambutannya menjelaskan bahwa melalui pertemuan ini, kami mengharapkan semua elemen dapat bersinergi dalam mensukseskan pemilu 2024 sebagaimana yang kita harapkan.
 
Lebih lanjut, Nuzuliah mengatakan, dengan adanya kegiatan ini kita semua dapat membuat komitmen untuk meminimalizir resiko-resiko terjadinya kerawanan pada tahapan yang sedang berlangsung. Kerawanan yang dimaksud adalah jika ada warga yang tidak terdaftar dalam DPT, ada warga yang tidak memenuhi syarat tapi terdaftar dalam DPT. Sementara jika mwarga tersebut terdaftar dan tidak bersyarat namun digunakan di TPS pada saat pemungutan suara, itu akan menjadi masalah lagi.
 
Oleh karenanya, harapan kami kepada Partai Politik agar ikut serta mengawasi proses setiap tahapan Pemilu. Ujar Nuzuliah.
 
Ditempat yang sama, kepala Kesbangpol Kab. Bantaeng Faisal menyampaikan pentingnya menerapkan politik kebangsaan dalam menghadapi Pemilu 2024 yang sudah di depan mata. Kita tidak ingin lagi hal-hal seperti menjatuhkan ataupun menjelek-jelkkan calon lain terjadi kembali.
 
Kita tidak boleh menyepelekan halal-haram dalam berpolitik karena ini merupakan bagian dari disintegrasi bangsa. Mari kita terapkan politik kebangsaan dengan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Silahkan bicara di tempat-tempat ibadah tapi yang diusung adalah politik kebangsaan seperti menghimbau jamaah untuk menggunakan hak pilihnya tetapi kerukunan antar umat beragama adalah hal yang lebih penting. Tutup Faisal.

Penulis : Tri warits
Editor : Tri warits
Foto : Tri warits